BeinCash AdidasPoker
Advertisement
Advertisement
Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Sri Mulyani Bakal Rombak Program Pensiun PNS

Jakarta – Menkeu ( Menteri Keuangan ), Sri Mulyani Indrawati menginstruksikan jajaran kemenkeu di Direktorat Jendral Anggaran untuk memperbaiki program pensiun PNS. Hal ini sudah disampaikan kepada DPR dalam pengajuan Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga di RAPBN 2018.

“Di Ditjen Anggaran, Saya perintahkan untuk mulai memperbaiki program pensiunan (PNS),”katanya di Jakarta, seperti yang ditulis, Minggu (9/7/2017).

Mengenai perenovasian sistem pensiun bagi PNS, Dirjen Anggaran Kemenkeu, Askolani membenarkannya. “Pemerintah sedang me-review perbaikan pensiun PNS ke depan. Mudah-mudahan bisa di ajukan di RAPBN 2018. Jadi masih tahap awal review atau persiapan,”jelasnya.

Askolani tidak memberikan penjelasan secara rinci mengenai program pensiun seperti apa yang bakal diubah. Pasalnya RAPBN 2018 akan melalui pembahasan secara mendalam dengan DPR usai pembacaan Nota Keuangan 2018 pada Agustus mendatang.

“Persisnya di RAPBN 2018 pas Agustus ini. Yang pasti kita akan mengarahkan pada manfaat pensiun. Harapannya manfaat pensiunan bisa lebih baik dari yang sekarang ini,”tegas Askolani.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Asman Abnur pun masih pelit bicara. Ia pun mengakui bahwa sistem pensiun PNS ke depan akan di revisi. “Sistem pensiunnya diperbaiki,”ucapnya.

Sebelum itu, Asman mengungkapkan, pemerintah sedang mengkaji pembayaran uang pensiunan PNS dengan skema Fully Funded. Tujuan menerapkan skema tersebut untuk menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) setiap tahun.

Upaya ini juga masuk dalam perubahan struktur gaji PNS yang tengah digodok Menteri PAN-RB dan Menkeu. “Kata tidak ingin memberatkan APBN, salah satunya pembayaran pensiun,”tegas Asman.

Asman mengaku, pemerintah mulai memikirkan penerapan model terbaru pembayaran uang pensiun dengan skema Fully Funded. Wanaca ini sebenarnya sudah tercetus pada 2015, kemudian kembali dikaji pemerintah.

“Jadi nanti besarnya uang pensiunan yang diterima PNS tergantung seberapa besar total iuran perbulan dari PNS dan bantuan pemerintah ikut membayarkan iuran. Untuk besarnya iuran yang tidak membebani berapa, ini lagi dihitung,”dia menjelaskan.

Sekarang ini, Asman mengaku, PNS menerima jatah uang pensiunan pokok per bulan sesuai golongan pangkat dan masa kerjanya saat aktif sebagai PNS. Nama sistem pembayarannya dikenal dengan “Pay As You Go” yang seluruhnya ditanggung dari APBN.

“Tetapi saat ini kan uang pensiunan yang diterima tergantung besaran gaji pokok. Tapi ke depan tergantung jumlah iuran dan bantuan pemerintah atau Fully Funded,”ujarnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *