BeinCash AdidasPoker
Advertisement
Advertisement
Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

DPR Meminta Kepada Pemerintah Berkonsultasi ke MK Soal Presidential Threshold

 

JAKARTA, Pengambilan keputusan atas pembahasan RUU tentang Pemilu, pemerintah bersikeras di angka 20% ambang batas pecapresan ( presidential threshold), sementara mayoritas fraksi di DPR berusaha memberikan alternatif lain.

Untuk itu, DPR meminta kepada pemerintah untuk berkonsultasi langsung kepada Mahkamah Konstitusi sebagai pemutus keserentakan pemilu legislatif dan pilpres.

” Presidential Threshold ini masih pedebatan atau tarik ulur antara DPR dengan pemerintah, jadi kelihatannya sudah mencapai titik jenuh,”kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di Gedung DPR, Jakrta.

Taufik menjelaskan, pada proses panitia khusus (pansus) sudah ada 3 pilihan 0%, 10-15%, dan 20%. Artinya, hanya bisa mengusulkan kapan dilaksanakan rapat konsultasi yang sudah disampaikan pimpinan DPR ke Presiden.

“Kami berharap pemerintah juga melakukan rapa dengan MK untuk meminta pendapatnya atau masukan karena yang memutuskan pemilu serentak itu dari MK”.

Menurut Taufik, konsultasi itu diperlukan karena berdasarkan perkembangan terakhir, sejumlah fraksi yang memilih presidential threshold 0% karena itu merupakan konsekuensi dari keputusan MK di mana pileg dan pilpres serentak.

Sementara fraksi yang mengusulkan 10-15% beralasan itu merupakan titik tengah antara 0% dan 20%. Sedangkan pemerintah , tetap bersikeras pada 20% dengan mengarah pada hasil pemilu sebelumnya.

“Kalau hanya berpikir disitu terus maka harus ada pandangan baru dari pihak yang dulu memberikan keputusan pemilu secara serentak dalam hal ini MK,”usulnya.

Wakil Ketua Umum DPP PAN itu khawatir, jika pemerintah tetap bersihkukuh pada threshold 20% di DPR juga tebelah pandangannya, maka pembahasan RUU pemilu ini tidak akan bisa menemukan titik temu. Sementara, masih ada persoalan genting lain yang harus diputuskan.

“Empat poin lain menjadi salah satu bagian kesempurnaan revisi UU Pemilu,”tutupnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *