BeinCash AdidasPoker
Advertisement
Advertisement
Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Emilia Kontesa Pelaku Pengedar Sabu Pakai Brosur

Jakarta – Polisi menangkap seorang kurir sabu bernama Emilia Kontesa Alias Melli (35). Tersangka ditangkap di sebuah indekos di Jalan Sawo, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu. 12 Juli 2017, sekitar pukul 18.00.

Kasat Narkoba Polres Metro Jaya Jakarta Selatan Komisaris Polisi Vivick Tjangkung mengatakan, pengungkapan ini berawal dari kecurigaan warga sekitar karena banyak aktivitas di sekitar indekos pelaku. “Jadi masyarakat curiga kok banyak orang datang ke kos tersangka tapi cuma sebentar saja,”kata Vivick di Mapolres Metro Jaya Jakarta Selatan, Jumat, 14 Juli 2017.

Kecurigaan warga langsung diselidiki oleh petugas. Dari hasil penyelidikan, polisi menangkap tersangka yang merupakan janda dengan dua anak. Polisi juga menyita barang bukti 25 paket sabu yang sudah dikemas di dalam brosur.

“Ada 25 paket sabu di dalam brosur apartmen dan klinik kecantikan. Satu brosur berisi ada yang 1 gram dan ada ang 0.5 gram. Ditaruh di dalam amplop dan dimasukkan ke dalam bonus,’ujarnya

Untuk harga jualnya, tersangka membedakannya dari brosur tersebut.. Jika brosur apartmen maka dijual sekitar Rp 1.2 jt dan brosur klinik kecantikan di jual sekitar Rp 1,5 juta.

Saat ini, penyidik masih mengembangkan kasus ini. Sebab dari pengakuannya, tersangka mendapatkan barang haram tersebut dari seorang wanita berinisial B.

“Dia kenal B saat pertama kali datang ke Jakarta di sebuah diskotik di luar Jakarta Selatan. Dia tergiur karena diimingi upah yang lumayan,”katanya.

Tersangka mengaku baru menjadi kurir selama 6 bulan. Ia terpaksa menjual sabu karena tidak mendapatkan pekerjaan setelah pindah dari Palembang, Sumatera Selatan. “Konsumen bermacam-macam ada dari orang biasa,pekerja bahkan mahasiswa,”ujar Vivick.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka hanya menerima arahan dari pelaku B untuk memberikan sabu kepada seseorang. Kemasan brosurnya sudah ia dapat dari pelaku B. “Jadi dia hanya ditelepon jika ada seseorang yang mau ambil barang ke dia. Jadi uangnya dia tidak pegang,”katanya.

Polisi masih menyelidiki apakah modus ini sudah banyak dilakukan, termasuk menyelidiki jaringannya. Tersangka dijerat Pasal 112 ayat 2 UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun dan lama 20 tahun.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *