BeinCash AdidasPoker
Advertisement
Advertisement
Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

Ayahnya Bisnis Narkoba, Dampaknya ke Anaknya

Balikpapan, Pepatah mengatakan ‘ Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya’ , Riky Setiawan (22) berhasil diamankan oleh kepolisian daerah Kalimantan Timur atas kasus perdagangan narkoba dan obat-obatan terlarang. Dalam rumah tersangka berhasil diamankan barang bukti 65 gram sabu beserta timbangan dan alat hisapnya.

“Tersangka kami amankan dalam penggerebekan yang dilakukan petugas narkoba,” kata Direktur Narkoba Polda Kaltim, Kombes Atang Heriadi.

Kanit Subdirektorat III Narkoba, Ipda Anton Masruri yang mendampingi meyebutkan polisi menggerebek rumah tersangka di Kampung Baru Balikpapan. Selain Riky Setiawan, polisi juga membekuk pula rekannya, Deni Ichsan (37) yang tururt mengemas narkoba.

“Memang sudah terkenal di daerah situ. Pembeli tinggal menggetok pintunya dan para pelaku langsung mempersiapkan paketan narkoba. Tidak ada bicara apa-apa, ambil barang, setor uang dan selesai,”kata Anton.

Riky bertugas menjadi kasir dengan melayani transaksi jual beli narkoba jenis sabu-sabu. Sesekali, dia juga menimbang paket sabu agar bisa segera dinikmati pelanggannya.

Ironisnya, Riky berjualan narkoba hanya untuk mebantu ayahnya, Heriansyah (54) yang sudah terkenal sebagai bandar sabu di Balikpapan. Mantan sopir perusahaan batu bara ini memang residivisi kasus narkoba yang berulang kali keluar masuk tahanan.

“Bapaknya yang punya barang, dia yang bantu menjualkan ke pelanggan,”tutur Anton.

“Wakti kami gerebek, dia loncat dari atap rumah dan masuk ke halaman rumah tetangga. Statusnya masih kami cari terus,”imbuhnya.

Profesi orangtua ini memberikan pengaruh negatif terhadap keseharian Riky. Polisi mendapati tersangka berpenampilan gagah ini sebagai pengguna narkoba pula.

“Dia pakai juga narkoba ini, seperti juga ayahnya pengguna narkoba,”katanya.

Selai itu, faktor ekonomi membuatnya turut serta membantu bisnis haram ayahnya selama 4 bulan terakhir, Riky menjadi pengangguran setelah diberhentikan dari pekerjaan pelayan tokoh di mal Balikpapan.

Riky mengaku sukarela membant ayahnya mendagangkan narkoba di rumahnya, Jalan Sepaku, Kampung Baru, Balikpapan. Dia membantu guna mengisi kekosongan waktu luang setelah 4 bulan terakhir menjadi pengangguran.

“Tidak ada kerjaan, akhirnya bantu ayah berjualan narkoba juga,”ujarnya.

Riky mengaku sukarela membantu ayahnya mendagangkan narkoba juga,”ujarnya.

Riky memperoleh imbalan sekedarnya dari hasil memperdagangkan narkoba ini. Dia membantah sebagai pula penikmat narkoba jenis sabu.

“Paling minta uang Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu untuk sehari-hari. Saya juga tidak mengkomsumsi narkoba, hanya membantu menjualkan saja,”ujarnya.

Riky mengaku sudah lama mengetahui profesi ayahnya yang terkenal sebagai pedagang narkoba di kampung Baru. Akhirnya, hanya dia dan ayahnya yang tetap melanjutkan profesi sebagai bandar narkoba.

“Ibu dan adik saya tidak mau ikut campur masalah ini. Hanya saya dan ayah yang berjualan narkoba,”katanya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *